Sambutan Pelaksana dan Inisiasi Kegiatan
Sambutan Pelaksana Seminar Nasional Refleksi Pemuda Untuk Pelestarian Lingkungan dan Kependudukan Desember 2025
JNPH
Martinus Laba Uung
Selasa, 23 Desember 2025
JNPH
Dok.JarnasPemudaHijau
Sambutan Pelaksana G. Boerlak, S.Sos., M.M., Mahasiswa Doktor Ilmu Kependudukan dan Lingkgan Hidup Universitas Negeri Jakarta, GOR-UNJ, 20 Desember 2025

Oleh
G. Boerlak, S.Sos., M.M.
Mahasiswa Doktor Ilmu Kependudukan dan Lingkgan Hidup Universitas Negeri Jakarta 

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas limpahan rahmat-Nya, penyelenggaraan Seminar Nasional Pemuda Hijau 2025 dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan ini mengangkat tema besar “Refleksi Pemuda untuk Pelestarian Lingkungan dan Ketahanan Kependudukan Nasional Menuju Ketahanan Keluarga 2045.” Tema ini dipilih sebagai respon atas tantangan nyata yang sedang dihadapi bangsa, khususnya dalam bidang lingkungan hidup, kependudukan, serta ketahanan keluarga yang menjadi pondasi ketahanan nasional.

Dengan penuh hormat, saya selaku mahasiswa program doktor Ilmu Kependudukan dan Lingkungan hidup juga menginisiasi acara ini menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

Rektor Universitas Negeri Jakarta
Kaprodi Kependudukan dan Lingkungan Hidup UNJ
Para Narasumber
Para Perwakilan Organisasi Kepemudaan, 
Sesama Teman-Teman Muda
Para Tamu Undangan
Serta seluruh peserta Seminar Nasional Pemuda Hijau 2025.

Selamat Pagi, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua.
Dalam buku panduan ini, ijinkan saya menjelaskan makna tema besar yang melandasi pelaksanaan seminar nasional tahun ini. Tema yang diangkat tidak hanya menjadi payung pikir, tetapi juga menjadi arah gerak pemuda Indonesia dalam melihat ulang kondisi lingkungan dan kependudukan nasional, serta bagaimana kita bersama dapat memperkuat ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan betapa pentingnya kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan. Banjir bandang di Sumatera yang merusak pemukiman, menelan korban jiwa, dan mengguncang kehidupan sosial masyarakat adalah gambaran bahwa persoalan lingkungan telah memasuki fase yang memerlukan perhatian serius. Bencana tersebut bukan sekadar berita, melainkan kenyataan pahit yang dialami banyak keluarga Indonesia.

Kami telah dipercayai sekaligus sebagai Ketua Umum JARNAS Pemuda Hijau, saya memandang bahwa persoalan lingkungan sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah teknis semata. Banyak wilayah yang dulu hijau kini berubah menjadi kawasan yang gersang dan terbuka. Sungai-sungai yang menjadi sumber kehidupan semakin tercemar oleh limbah. Di berbagai daerah, pemukiman tumbuh tanpa perencanaan matang, sementara tekanan kepadatan penduduk menambah beban besar pada daya dukung lingkungan. Tema seminar ini mengajak pemuda untuk melihat kondisi tersebut secara jernih. Pemuda harus mampu membaca keadaan, memahami data, serta melihat dampak di lapangan dengan empati. Di balik setiap bencana lingkungan, terdapat keluarga yang kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, rasa aman, bahkan harapan. Refleksi ini tidak boleh berhenti sebagai catatan, tetapi harus menjadi pemicu tindakan nyata.

Bagian pertama dari tema mengajak pemuda untuk meninjau ulang kondisi lingkungan dan kependudukan Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang cepat, urbanisasi tanpa kendali, serta pengelolaan ruang yang abai terhadap ekologi telah membuat banyak masyarakat tinggal dalam kondisi rentan. Jika pemuda tidak ikut terlibat dalam upaya perbaikan, maka risiko kerusakan lingkungan akan semakin besar dan menyulitkan generasi berikutnya. Selanjutnya, tema ini mengajak kita memahami keterhubungan antara ekologi dan ketahanan keluarga. Lingkungan yang rusak tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga mengguncang kestabilan keluarga. Ketika bencana datang, keluarga kehilangan rumah, kehilangan rasa aman, bahkan kehilangan akses pendidikan dan kesehatan. Dampaknya bukan hanya materi, tetapi juga psikologis dan sosial. Ketahanan keluarga adalah fondasi ketahanan nasional; karena itu, menjaga lingkungan berarti menjaga kekuatan bangsa dari unit terkecilnya.

Sebagai mahasiswa sekaligus dalam diri saya wadah yang kami bentuk bernama JARNAS Pemuda Hijau ini melihat bahwa peran pemuda dalam isu lingkungan dan kependudukan sangat strategis. Pemuda memiliki kemampuan adaptasi cepat, pemikiran kreatif, dan penguasaan teknologi yang kuat. Pemuda juga memiliki jejaring sosial yang luas dan mampu menggerakkan komunitas. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk menciptakan gerakan perubahan, bukan hanya slogan. Kita membutuhkan pemuda yang turun ke lapangan, melakukan edukasi, menyusun program berbasis data, serta mendorong kebijakan yang berpihak pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan keluarga.
Bagian berikutnya dari tema ini menegaskan bahwa kita harus membangun gerakan nyata yang berkelanjutan. Program lingkungan tidak boleh berhenti pada acara seremonial atau kegiatan sesaat. Diperlukan rencana jangka panjang, pemantauan berkala, serta evaluasi menyeluruh agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Pemulihan lingkungan merupakan proses panjang yang memerlukan komitmen kuat, riset yang konsisten, serta kerja sama lintas generasi dan lembaga.

Terakhir, tema ini mengajak pemuda untuk memperkuat jaringan kepemudaan nasional. Tantangan lingkungan dan kependudukan tidak bisa dihadapi sendirian. Semoga Kampus kita tercinta Universitas Negeri Jakarta [UNJ] dan inisiasi wadah Jarnas Pemuda Hijau hadir sebagai ruang kolaborasi bagi pemuda dari seluruh Indonesia untuk bertemu, berdiskusi, berbagi praktik terbaik, dan menyatukan langkah dalam gerakan kolektif. Semakin kuat jaringan pemuda, semakin besar daya dorong perubahan yang dapat kita hasilkan.

Sebagai penutup, saya menegaskan bahwa refleksi adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih baik. Refleksi bukan sekadar mengingat apa yang telah terjadi, tetapi menjadi dasar untuk merancang tindakan nyata. Pemuda Indonesia harus berada di garis depan perjuangan menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan keluarga. Melalui kerja bersama, gagasan baru, dan semangat perubahan, kita dapat mewariskan lingkungan yang sehat dan layak bagi generasi mendatang.

Semoga seminar ini, menjadi inspirasi, dan penguat langkah bagi seluruh peserta dan pemangku kepentingan. Mari kita wujudkan Indonesia yang tangguh pada tahun 2045, dimulai dari tindakan nyata hari ini

Terima kasih

JNPH JNPH Indonesia Jaringan Nasional Pemuda Hijau Indonesia Pemuda Jaga Bumi, Selamatkan Masa Depan
Jaringan Nasional Pemuda Hijau Indonesia adalah jaringan pemuda Indonesia yang bergerak menjaga dan melestarikan lingkungan melalui aksi nyata, edukasi, dan kolaborasi lintas daerah, sebagai komitmen bersama mewujudkan masa depan bumi yang berkelanjutan.
UNJ Kampus A. Jl. R.Mangun Muka Raya, RT.11/RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
jarnaspemudahijau@gmail.com
Copyright © 2026 JNPH. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang